
"Saya mau ngaji terus sampai meninggal. Takut kalau nanti dipanggil Allah masih banyak dosanya. Takut Allah marah"
Ya Allah, rasanya ketampar banget waktu Ustadz Yusuf nerjemahin bahasa isyarat Bu Ida, salah satu peserta tunarungu yang belajar di Maktab Rahmatul Ummah Subang. Padahal mereka nggak bisa bicara dan mendengar. Otomatis dosa lisan dan pendengaran pun nggak ada juga. Tapi masih segitu khawatirnya mengecewakan Allah..

Maktab Rahmatul Ummah di Subang ini didirikan sejak tahun 2011 dengan jumlah santri sebanyak 105 orang. Bahhkan dulu sempat ada santri yang menginap tanpa dipungut biaya sepeser pun. Sayangnya, karena kekurangan biaya operasional, pengajian khusus tunarungu ini terancam tutup. Apalagi sejak Ustadz Yusuf terkena sakit kaki gajah di tahun 2019. Aktivitas beliau yang juga merupakan satu-satunya pengajar pun ikut terganggu. Kini, santri yang aktif mengaji hanya tersisa 35 orang.

"Ada santri yang rumahnya paling jauh, itu bisa sampai satu jam perjalanan untuk ngaji disini. Tapi mereka nggak pernah ngeluh. Malah suka saling nolongin satu sama lain, mau nganter jemput yang jauh setiap mau ngaji"
Masya Allah.. mereka yang terbatas fisiknya aja nggak banyak alasan untuk menuntut ilmu. Justru berjuang sekuat tenaga, gimanapun caranya selalu diupayakan. Demi bisa semakin dekat sama Allah..

Sahabat, kita dukung perjuangan teman-teman tuli belajar Quran, yuk.. melalui campaign ini, Sahabat sudah ikut membantu kebutuhan operasional teman tuli belajar ngaji, support bantuan modal supaya mereka bisa mandiri, dan juga memberikan Al Quran isyarat bagi mereka yang membutuhkan. Gimana? Mau ikut gabung dalam proyek kebaikan ini, nggak? Caranya mudah..
Dana yang terkumpul nantinya akan dikelola dalam investas wakaf uang sesuai syariat, kemudian keuntungannya akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan belajar ngaji teman-teman tuli di seluruh Indonesia.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik